Jumat, 02 Desember 2011

Main Bilyard Nungging Bareng Shinta Ayoe












Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Tiga Gadis Cantik Pamer Daleman














Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Ngintip CD Teman










Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Tante Ira Cantik








Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Para Istri Timnas Indonesia

Aggnes Lestari airlangga sucipto

Brigitta Revaa Arianto

gonzales dan istri

siswanto dan istri


bustomi dan istri

istrinya Bambang Pamungkas , mbak Tribuana Tungga Dewi

istrinya Atep Persib

Ane tambahin gan, Istrinya Siswanto (Persib)














Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Sebuah Pengakuan PSK Pelajar 'Aku Melayani Tamu dengan Mata Tertutup'


Beberapa hari lalu, jajaran Polres Mojokerto berhasil mengungkap pratek prostitusi abu-abu di kawasan Gondang Kabupaten Mojokerto. Polres Mojokerto langsung menetapkan Suharso (48) warga Dusun Kesono, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang tersebut sebagai tersangka.

Tersangka membuka pratek prostitusi dengan memperdagangkan gadis-gadis belia yang masih duduk di bangku SMA untuk melayani tamu hidung belang. Yakni dengan cara membuka kamar di rumah miliknya untuk digunakan pratek prostitusi tersebut.

Tanpa perantara tersangka, praktek prostitusi abu-abu tersebut tidak bisa dilakukan di luar rumah tersangka. Para korban tersangka tersebut hanya melayani tamu hanya di hari Jum'at dan Sabtu saja. Praktek prostitusi abu-abu tersebut berlangsung saat jam pulang sekolah.

Salah satu korban tersangka, Si (16). Gadis belia yang masih duduk di bangku SMA tersebut mengaku sudah delapan kali melayani tamu dari perantara tersangka. ''Saya tidak tahu siapa-siapa tamunya, karena yang mengatur semua Pak Darso (tersangka, red),'' ungkapnya, Sabtu (22/10/2011).

Menurut gadis warga Gondang ini, perbuatan tersebut terpaksa ia lakukan lantaran terhimpit masalah ekonomi. Ayahnya hanya seorang tukang batu, dengan bermodal wajah manis dan tubuh mudanya, iapun mencari kesenangan dengan imbalan uang tersebut.

''Uang hasil saya melayani tamu Pak Darso, saya gunakan untuk membeli handphone dan pulsa. Terkadang saya juga melayani Pak Darso sendiri, sudah tiga kali saya melayani dia. Saya terpaksa melakukan ini semua, lagian saya juga sudah tidak perawan sejak kelas dua SMP,'' ucapnya.

Keperawanannya, masih kata Si direnggut kekasih pertamanya. Meski sudah melayani tamu hingga delapan kali, ia mengaku tidak pernah melihat wajah para lelaki hidung belang tersebut. Ini lantaran, saat melayani para tamu tersebut ia menutup kedua matanya dengan tangannya.

''Tamunya tua-tua, saat saya harus melayani mereka, saya tutup wajah saya dengan tangan karena saya jijik. Saya biarkan mereka menciumi leher saya hingga ke bawah tapi saya tidak melihat mereka. Semua saya lakukan demi uang, karena orang tua saya hanya tukang batu,'' lanjutnya.

Akibat memperdagangakan anak di bawah umur, Polres Mojokerto menetapkan Sudarso (48) sebagai tersangka. Tersangka dijerat dengan pasal 2, 9, 10, 11 dan 12 UU nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan manusia. Selain melanggar UU tentang tidak pidana perdagangan manusia, tersangka juga terjerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan acaman hukum penjara 15 tahun serta denda Rp 600 juta.

Jangan Lupa Di Like Ya Gan...

Kisah Tragis Siswi Cerdas, Selalu Ranking di Sekolah Akhirnya Jadi PSK


Nasib orang kadang susah ditebak dan susah disangka, siapa kira, Um yang dulunya siswi pintar, bisa menjadi pekerja seks komersial (PSK) bertarif Rp 350 ribu-500 ribu untuk short time. Semasa duduk di bangku SD dan SMP, sebelum pihak sekolah mengeluarkannya, ia selalu masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya. Namun, kecerdasan Um tak mendapat perhatian semestinya. Orangtuanya yang tinggal di Pringsewu, tergolong miskin. Saat pindah ke Bandar Lampung, gadis berusia 17 tahun ini hidup dalam lingkungan yang membuatnya nakal.

Memprihatinkan banyaknya prostitusi melibatkan para pelajar dibawah umur karena alasan ekonomi.. Um yang bertubuh kurus itu mengisahkan, sejak ia kecil, kondisi keluarganya sudah tak harmonis. Anak bungsu dari dua bersaudara ini menceritakan, sewaktu kelas III SD di Pringsewu, ayah dan ibunya kerap bertengkar. Suatu ketika seusai pertengkaran hebat, ayahnya meninggalkan rumah dan tak tahu ke mana perginya. Bahkan, Um mengaku tidak begitu ingat seperti apa rupa ayahnya. “Saya tidak ingat lagi. Ibu cuma bilang kalau ayahnya sudah pergi dan tidak kembali,” katanya kepada Tribun.

Masalah keluarga tersebut sedikit banyak mengganggu studinya. Setelah pertengkaran yang membuat ayahnya pergi, Um yang sejak kelas I sampai III SD selalu ranking satu, merosot menjadi ranking dua saat kelas IV. “Mulai kelas IV sampai kelas VI, kadang saya menjadi juara kelas, atau nomor dua, atau nomor tiga. (Ranking menurun) karena kepikiran kondisi keluarga,” tutur Um... Setelah lulus SD, sang ibu menitipkan Um kepada bibinya di Bandar Lampung. Ini karena ibunda Um terbentur masalah ekonomi, sehingga tak sanggup menyekolahkannya ke jenjang SMP.

Akhirnya, Um pun tinggal di Bandar Lampung. Di Kota Tapis Berseri, Um sekolah di salah satu SMP Negeri favorit. Ketika mengenyam pendidikan di SMP Negeri ternama itu, Um cukup disegani karena berotak encer. Mulai kelas I sampai pertengahan kelas II, Um selalu masuk peringkat sepuluh besar di kelasnya.

Saat kelas II, Um mulai kenal bolos sekolah. Sebab, ia terkadang merasa agak terkekang. Saking seringnya bolos, Um lalu dipanggil pihak sekolah untuk diperingatkan. Meski begitu, perempuan berambut sebahu ini tidak kapok. Ia malah kerap bolos sekolah, meski hanya untuk nongkrong di tempat hiburan. Terakhir, ia dikeluarkan dari sekolah sekitar 2007. Karena tidak bersekolah, Um berpikiran untuk mencari kerja, tetapi tidak pernah dapat.

“Saya lalu diajak menjadi PSK oleh Tati, teman nongkrong. Saya memang tahu, dia sudah lama jadi PSK, walaupun masih sekolah. Karena tidak tahu lagi harus bagaimana, saya terima saja,” tutur Um. Um menceritakan, laki-laki hidung belang yang kali pertama ia layani ialah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi setempat. Laki-laki itu ia kenal melalui teman yang menawarinya pekerjaan tersebut.

Ketika itu, Um mendapat bayaran besar, mencapai Rp 1,5 juta. Ini setelah ia mengaku masih perawan, belum pernah melakukan hubungan intim. Dalam perjalanan ‘profesinya’ hingga sekarang, Um mematok Rp 350 ribu-500 ribu untuk short time. “Tapi jangan menghakimi saya. Bagaimanapun juga, saya tidak mau bekerja seperti ini. Keadaan yang memaksa. Kalau sudah punya banyak uang, mau buka warung, dan pekerjaan ini akan saya tinggalkan,” tutupnya.

Jangan Lupa Di Like Ya Gan...